Nilai Tukar Rupiah

Nilai Tukar Rupiah Jumat Pagi Menguat ke Level Rp16.826 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Jumat Pagi Menguat ke Level Rp16.826 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Jumat Pagi Menguat ke Level Rp16.826 per Dolar AS

JAKARTA - Di tengah fluktuasi pasar keuangan global, nilai tukar Rupiah menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.

Mata uang Garuda tercatat menguat menjadi Rp16.826 per Dolar AS. Penguatan ini membawa sentimen optimisme bagi pasar domestik setelah dalam beberapa hari terakhir Rupiah sempat berada di bawah tekanan volatilitas eksternal.

Meskipun masih berada di level yang cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, penguatan pada Jumat pagi ini menjadi indikasi adanya aliran modal masuk (capital inflow) dan respons positif investor terhadap data ekonomi domestik yang stabil.

Dinamika Pergerakan Kurs di Pasar Spot

Pergerakan Rupiah pagi ini mencerminkan koreksi pada indeks Dolar AS (DXY) yang sedikit melandai. Berikut adalah ringkasan posisi Rupiah terhadap Dolar AS pada sesi pembukaan:

Posisi Jumat Pagi: Rp16.826 per Dolar AS.

Pergerakan: Menguat dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Sentimen Utama: Penyesuaian ekspektasi kebijakan suku bunga global dan rilis data makro ekonomi dalam negeri.

Faktor Pendorong Penguatan Rupiah

Beberapa faktor kunci yang melatarbelakangi menguatnya Rupiah ke level Rp16.826 hari ini antara lain:

Intervensi dan Kebijakan Moneter: Kebijakan Bank Indonesia yang tetap proaktif dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas dan pasar domestik non-deliverable forward (DNDF).

Rilis Data Ekonomi: Data inflasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup solid di mata investor internasional dibandingkan dengan negara-negara emerging markets lainnya.

Koreksi Dolar AS: Adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar terhadap Dolar AS, sehingga memberikan ruang bagi mata uang regional, termasuk Rupiah, untuk menguat.

Dampak bagi Ekonomi dan Dunia Usaha

Penguatan nilai tukar, meskipun tipis, memberikan dampak yang signifikan pada beberapa sektor:

Sektor Impor: Mengurangi tekanan biaya bagi perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, seperti industri farmasi dan manufaktur elektronik.

Harga Emas: Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penguatan Rupiah juga menjadi salah satu faktor yang turut menekan harga emas domestik (Antam) hari ini, karena harga emas memiliki korelasi negatif dengan nilai tukar mata uang lokal terhadap Dolar AS.

Utang Luar Negeri: Memberikan sedikit kelonggaran pada beban pembayaran bunga dan pokok utang luar negeri baik bagi pemerintah maupun swasta.

Proyeksi Hingga Penutupan Pasar

Meskipun menguat di pagi hari, pelaku pasar tetap dihimbau untuk waspada. Pergerakan Rupiah hingga penutupan perdagangan sore nanti masih akan dipengaruhi oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat dan perkembangan tensi geopolitik global. Level Rp16.800 diprediksi akan menjadi titik resistance psikologis yang cukup kuat untuk hari ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index