JAKARTA - PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$200 juta pada 2026, setara Rp3,36 triliun dengan kurs Rp16.832 per dolar AS. Direktur Utama SMDR Bani Mulia menyampaikan bahwa anggaran ini dirancang untuk merespons tingginya permintaan pengiriman yang belum sepenuhnya bisa dilayani oleh kapasitas armada saat ini.
Permintaan jasa pengiriman tetap kuat, bahkan SMDR terpaksa menolak sebagian kargo karena keterbatasan kapal yang tersedia. Situasi tersebut mendorong perusahaan mempercepat ekspansi kapasitas melalui pemesanan kapal baru dari galangan di China.
Rencana Penambahan Armada dan Jenis Kapal Baru
Saat ini, perseroan telah memesan 3–5 kapal peti kemas, 2 kapal chemical tanker, serta 1 kapal LNG yang masih dalam tahap kajian. Bani Mulia menegaskan, “Capex yang kami anggarkan pada tahun ini sekitar US$200 juta,” pada Kamis, 12 Februari 2026.
Langkah ini tidak hanya memperbanyak jumlah kapal, tetapi juga bertujuan memperkuat kemampuan operasional SMDR agar bisa memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat. Penambahan armada baru diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis dan menjaga kepercayaan pasar terhadap layanan perusahaan.
Pengembangan Infrastruktur Darat dan Kepelabuhanan
Selain kapal, SMDR mengalokasikan sebagian capex untuk pengembangan infrastruktur darat. Perseroan berencana membangun dan mengembangkan fasilitas kepelabuhanan, termasuk terminal peti kemas di Patimban dan fasilitas logistik pendukung di sekitarnya.
Ekspansi ini sejalan dengan strategi integrasi vertikal perusahaan, mulai dari layanan pelayaran hingga pengelolaan terminal dan logistik. Dengan cara ini, SMDR dapat mengoptimalkan alur logistik dan memperkuat posisi kompetitifnya di sektor pelayaran nasional.
Investasi di Galangan Kapal dan Peluang Ekspansi Wilayah
Selain memperkuat fasilitas di pelabuhan, SMDR juga membangun galangan kapal di Madura dan membuka peluang pengembangan di wilayah lain di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan bisa memperkuat rantai pasok internal dan meningkatkan kapasitas produksi kapal untuk kebutuhan armada perusahaan.
Strategi ini menunjukkan fokus perusahaan pada jangka panjang, bukan hanya sekadar menambah armada, tetapi juga membangun ekosistem pelayaran yang lebih mandiri dan efisien. SMDR menilai pengembangan galangan kapal sendiri sebagai bagian dari investasi strategis yang mendukung pertumbuhan bisnis.
Target Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih
Melihat ekspansi armada dan belanja modal, Bani Mulia menargetkan pertumbuhan top line dan bottom line tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Namun, perseroan belum mengungkapkan angka spesifik terkait proyeksi tersebut.
Sebagai catatan, SMDR mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$43,08 juta atau Rp716,81 miliar (kurs Rp16.636 per dolar AS) pada kuartal III/2025. Pertumbuhan laba sejalan dengan pendapatan jasa yang naik 7,94% YoY menjadi US$571,55 juta pada kuartal III/2025 dibandingkan US$529,49 juta pada periode sama tahun sebelumnya.
Kontribusi Segmen Usaha terhadap Pendapatan
Segmen jasa pelayaran dan keagenan menjadi penyumbang utama pendapatan SMDR sebesar US$465,26 juta, naik 12,37% YoY. Sementara itu, segmen jasa logistik dan pelabuhan menyumbang pendapatan US$113,47 juta, turun 5,6% YoY.
Segmen lain-lain memberikan kontribusi US$19,89 juta, naik 6,68% YoY. Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan dari berbagai segmen, SMDR optimistis mampu menjaga kinerja keuangan tetap solid meski menghadapi dinamika pasar pelayaran global.
Langkah Strategis Menghadapi Pasar yang Dinamis
Rencana capex dan pengembangan infrastruktur SMDR mencerminkan kesiapan perusahaan menghadapi lonjakan permintaan pengiriman di dalam negeri maupun internasional. Penambahan armada dan fasilitas pendukung diharapkan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi SMDR di pasar pelayaran nasional.
Bani Mulia menekankan pentingnya integrasi vertikal, dari pelayaran hingga logistik dan galangan kapal. Strategi ini memungkinkan SMDR tidak hanya memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Dengan belanja modal sebesar Rp3,36 triliun dan fokus ekspansi yang terukur, SMDR menunjukkan komitmen untuk memperkuat kapasitas dan daya saingnya. Langkah ini diproyeksikan mampu memberikan dampak positif pada kinerja keuangan serta ekspansi bisnis jangka panjang perusahaan.