Food Estate

Jhonlin Group Fokus Selesaikan Proyek Food Estate di Papua Selatan

Jhonlin Group Fokus Selesaikan Proyek Food Estate di Papua Selatan
Jhonlin Group Fokus Selesaikan Proyek Food Estate di Papua Selatan

JAKARTA - Jhonlin Group menegaskan komitmennya untuk menuntaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) food estate di Merauke, Papua Selatan.

Dalam menjalankan penugasan negara ini, perusahaan menyatakan tidak lagi menempatkan kalkulasi untung-rugi sebagai prioritas utama, melainkan fokus pada pencapaian swasembada pangan nasional yang permanen.

Kuasa Hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, menekankan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap visi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Proyek yang berlokasi di ujung timur Indonesia ini dipandang sebagai misi negara yang sangat krusial di tengah dinamika pangan global.

Komitmen Nasional di Atas Kalkulasi Bisnis

Terkait pelaksanaan PSN ini, Junaidi meluruskan pandangan yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa Jhonlin Group sepenuhnya bergerak di bawah payung penugasan negara. “Kami sepenuhnya menjalankan penugasan dari negara untuk mendukung proyek strategis nasional demi tercapainya swasembada pangan yang permanen. Kita tidak berhitung untung rugi,”.

Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan atas sejumlah isu yang beredar, termasuk tudingan mengenai pengajuan tagihan sebesar Rp7 triliun kepada negara. Selain itu, Junaidi menepis isu miring yang menyebutkan adanya rencana pengalihan fungsi lahan di wilayah Wanam menjadi perkebunan kelapa sawit. Fokus utama tetap pada komoditas pangan sesuai mandat proyek.

Sinergi Strategis untuk Infrastruktur Papua Selatan

Proyek food estate Merauke merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan Kementerian Pertahanan, Kementerian Pertanian, dan pihak swasta. Program ini mencakup berbagai kegiatan mulai dari cetak sawah baru, pengembangan komoditas tebu, hingga optimalisasi lahan yang sudah ada.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa proyek ini menjadi pilar utama strategi pangan nasional. Keberadaan kawasan food estate, terutama di Distrik Wanam, diyakini akan menjadi katalisator pembangunan infrastruktur yang selama ini masih terbatas di wilayah tersebut. Pembangunan jalan, akses pelabuhan, hingga bandara diharapkan dapat terakselerasi beriringan dengan jalannya proyek pertanian ini.

Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Brigade Pangan

Dampak dari proyek ini tidak hanya terbatas pada hasil panen, tetapi juga pada penguatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah telah menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara langsung kepada masyarakat setempat untuk dikelola secara mandiri. Langkah ini bertujuan untuk memastikan warga lokal menjadi aktor utama dalam ekosistem pangan tersebut.

Selain pemberian alsintan, dibentuk pula "Brigade Pangan" yang anggotanya sepenuhnya berasal dari putra-putri daerah. Inisiatif ini diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja, meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pertanian modern, serta membuka isolasi ekonomi di kawasan perbatasan. Melalui pendekatan ini, food estate tidak hanya membangun lahan, tetapi juga membangun masa depan ekonomi masyarakat Papua Selatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index