JAKARTA - Pergerakan masyarakat di koridor Solo hingga Yogyakarta kembali berjalan lancar seiring beroperasinya layanan Kereta Rel Listrik secara normal. Moda transportasi massal ini kembali menjadi tumpuan utama bagi warga yang membutuhkan perjalanan cepat, terjangkau, dan tepat waktu.
Layanan Kereta Rel Listrik Solo–Jogja kembali melayani perjalanan secara normal pada Rabu, 4 Februari 2026 dengan rute Palur hingga Stasiun Tugu Yogyakarta. Pengoperasian ini menandai keberlanjutan layanan transportasi publik yang konsisten di wilayah Solo Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
KRL Solo–Jogja dikenal sebagai moda yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas lintas kota setiap harinya. Ribuan penumpang mengandalkan layanan ini untuk berbagai keperluan aktivitas.
Jalur KRL Solo–Jogja melintasi total 13 stasiun dari kawasan timur Kota Solo hingga pusat Kota Yogyakarta. Setiap stasiun memiliki peran penting sebagai titik naik dan turun penumpang.
Penumpang KRL berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pekerja hingga pelajar. Wisatawan juga memanfaatkan KRL sebagai alternatif perjalanan yang efisien.
Peran KRL dalam Mobilitas Harian Masyarakat
Keberadaan KRL Solo–Jogja sangat membantu masyarakat dalam menghemat waktu perjalanan. Jalur rel yang bebas hambatan lalu lintas membuat perjalanan lebih terprediksi.
Moda transportasi ini menjadi solusi bagi warga yang setiap hari bepergian antarwilayah. Konsistensi jadwal menjadi faktor utama tingginya minat pengguna.
Menjelang akhir pekan, aktivitas masyarakat biasanya mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini membuat calon penumpang perlu lebih cermat dalam memperhatikan jadwal keberangkatan.
Tingginya permintaan perjalanan kerap terjadi pada jam-jam tertentu. Oleh karena itu, penumpang disarankan datang lebih awal ke stasiun.
Advertisement
Berdasarkan pembaruan resmi melalui aplikasi KAI Access, jadwal KRL Solo–Jogja pada Rabu, 4 Februari 2026 telah disesuaikan. Informasi ini menjadi acuan penting bagi pengguna jasa.
Rangkaian Jadwal Keberangkatan dari Stasiun Awal
Dari Stasiun Palur, KRL Solo–Jogja mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB. Keberangkatan berikutnya tersedia hingga malam hari.
Jadwal dari Stasiun Palur meliputi pukul 05.00, 06.05, 07.15, dan 08.56 WIB. Perjalanan juga tersedia pada pukul 10.40, 12.50, dan 13.43 WIB.
Pada sore hingga malam hari, KRL berangkat dari Palur pukul 15.35, 16.35, 18.05, 19.45, dan 20.42 WIB. Rentang waktu ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang.
Stasiun Solo Jebres menjadi pemberhentian berikutnya setelah Palur. KRL tiba dan berangkat dengan selisih waktu beberapa menit.
Dari Stasiun Solo Jebres, jadwal keberangkatan tersedia mulai pukul 05.06 WIB. Keberangkatan selanjutnya berlangsung hingga pukul 20.48 WIB.
Jadwal lengkap dari Solo Jebres mencakup pukul 05.06, 06.11, 07.21, dan 09.02 WIB. Perjalanan juga tersedia pada pukul 10.46, 12.56, dan 13.49 WIB.
Pada sore hingga malam, KRL berangkat dari Solo Jebres pukul 15.41, 16.41, 18.11, 19.51, dan 20.48 WIB. Pola ini mengikuti ritme perjalanan dari Palur.
Stasiun Solo Balapan menjadi salah satu titik penumpang terbesar di jalur ini. Banyak penumpang naik dan turun di stasiun tersebut.
Dari Stasiun Solo Balapan, KRL berangkat pukul 05.13 WIB. Jadwal berikutnya tersedia hingga malam hari.
Keberangkatan dari Solo Balapan meliputi pukul 06.18, 07.27, dan 09.08 WIB. Jadwal siang hingga sore tersedia pada pukul 10.52, 13.03, dan 13.55 WIB.
Pada sore dan malam, KRL berangkat dari Solo Balapan pukul 15.48, 16.47, 18.19, 20.01, dan 21.54 WIB. Jadwal ini menyesuaikan kebutuhan penumpang jarak jauh.
Lintasan Tengah hingga Wilayah Klaten
Stasiun Purwosari menjadi titik berikutnya dalam lintasan KRL Solo–Jogja. Jadwal keberangkatan mengikuti urutan perjalanan dari Solo Balapan.
Dari Purwosari, KRL berangkat pukul 05.18 WIB dan terus melayani hingga malam. Keberangkatan terakhir tercatat pukul 20.59 WIB.
Stasiun Gawok, Delanggu, dan Ceper menjadi bagian lintasan tengah yang cukup padat. Ketiga stasiun ini melayani penumpang dari kawasan permukiman dan industri.
Jadwal dari Gawok dimulai pukul 05.26 WIB dan berakhir pukul 21.06 WIB. Pola keberangkatan berlangsung konsisten sepanjang hari.
Dari Delanggu, KRL berangkat mulai pukul 05.32 WIB. Keberangkatan terakhir tercatat pada pukul 21.12 WIB.
Stasiun Ceper melayani keberangkatan mulai pukul 05.39 WIB. Layanan masih tersedia hingga pukul 21.19 WIB.
Stasiun Klaten menjadi salah satu titik penting di perbatasan Jawa Tengah dan DIY. Banyak penumpang menggunakan stasiun ini untuk perjalanan harian.
Keberangkatan dari Klaten dimulai pukul 05.48 WIB. Jadwal berakhir pada pukul 21.28 WIB.
Stasiun Srowot dan Brambanan juga dilintasi KRL Solo–Jogja. Kedua stasiun ini melayani penumpang dari wilayah sekitar.
Dari Srowot, KRL berangkat mulai pukul 05.55 WIB hingga 21.35 WIB. Sementara dari Brambanan, jadwal dimulai pukul 06.01 WIB dan berakhir pukul 21.41 WIB.
Menuju Pusat Kota Yogyakarta
Stasiun Maguwoharjo menjadi pintu masuk wilayah Kota Yogyakarta. Banyak penumpang turun di stasiun ini untuk akses bandara dan kawasan sekitar.
Keberangkatan dari Maguwoharjo tersedia mulai pukul 06.10 WIB. Layanan berakhir pada pukul 21.49 WIB.
Stasiun Lempuyangan menjadi salah satu stasiun sibuk di Kota Yogyakarta. KRL tiba di stasiun ini sebelum mencapai tujuan akhir.
Jadwal dari Lempuyangan dimulai pukul 06.19 WIB. Keberangkatan terakhir tercatat pukul 21.57 WIB.
Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi titik akhir perjalanan KRL Solo–Jogja. Penumpang tiba sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kedatangan di Stasiun Tugu Yogyakarta dimulai pukul 06.23 WIB. Jadwal kedatangan terakhir tercatat pada pukul 22.01 WIB.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau seluruh pengguna jasa untuk datang lebih awal ke stasiun. Penumpang juga diminta rutin memantau informasi melalui aplikasi KAI Access.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi perubahan jadwal dan lonjakan penumpang. KRL Solo–Jogja diharapkan tetap menjadi pilihan utama transportasi massal yang andal.